Saturday, January 14, 2012

Jalan-jalan Ke Indocina (Bangkok, Thailand)

 Sekarang saya mau cerita tentang jalan-jalan saya ke Bangkok, Thailand. Tapi sebelumnya saya perlu ceritakan tentang perjalanan dari Siem Reap, Kamboja ke Bangkok, Thailand. Karena disinilah cerita yang menarik dimulai…

Dari Siem Reap kami naik bus (pesan tiketnya via hotel). Seperti layaknya di Indonesia, di sana juga pakai sistem ‘jam karet’. Jadwalnya jam 8 pagi, tapi datang jam 8:30. Bus yang kami tumpangi besarnya ¾ dari bus AKAP di Indonesia. Dalam perjalanan ada mampir 1 kali untuk refreshment jam 1 atau jam 2 siang. Biasanya refreshment hanya 15 – 30 menit lalu berangkat lagi. Waktu kami ke tempat bus kami parkir, kok busnya sudah tidak ditempat. Kami sedikit panik, karena beberapa barang ada di bus itu. Lalu kami melihat di seberang jalan kurang lebih 25 meter, disanalah bus kami, sedang diperbaiki karena ban bocor. Akhirnya kami menunggu di bawah terik matahari, asap kendaraan yang lalu lalang. Kira-kira satu jam kemudian kami jalan lagi. Lalu sampailah kami di perbatasan. Turun dari bus, mereka bilang diseberang nanti ada bus lain yang sudah tunggu.

Wednesday, October 26, 2011

Jalan-jalan Ke Indocina (Kamboja bagian 2)


Seperti yang saya tulis di cerita sebelumnya, kalau jalan-jalan ke Kamboja ini dibagi jadi 2 bagian. Yang pertama di Ibu Kota Kamboja Phnom Penh, lalu yang kedua di Siem Reap. Sekarang ini saya hendak berbagi cerita jalan-jalan di Siem Reap.

Wednesday, July 13, 2011

Jalan-jalan ke Indocina (Kamboja Bagian 1)

Perbatasan Vietnam - Kamboja

alun-alun Phnom Penh


Di Kamboja ini kami punya 2 tujuan; pertama ke Phnom Penh dan Siem Reap. Karena di Kamboja ini kami singgah di dua kota, jadi cerita bagian Kamboja kubagi 2 bagian. Kamboja bagian 1 adalah  kisah perjalanan di Phnom Penh. Kamboja bagian 2 adalah kisah perjalanan di Siem Reap.
Dari Vietnam ke Kamboja, kami naik bis, kira-kira selama 5-8 jam. Ongkos bis $ 10 USD. Lalu di perbatasan Kamboja, harus membayar visa sebesar $ 25 USD (tapi sejak 2011, pemerintah Indonesia & Kamboja menandatangi perjanjian tidak ada Visa on Arrival / VOA lagi antara Indonesia & Kamboja). Tapi kita tidak perlu pusing-pusing, orang dari agen bis bisa membantu anda, nanti mereka yang mengurus, anda tinggal mengisi form kedatangan masuk Kamboja, dan mengumpulkan paspor ke kernet bis.
Kalau di Vietnam orang-orang lebih suka dibayar dengan mata uang Dong Vietnam, waktu itu nilai kurs-nya 1 Dong = 0,5 Rupiah. Jadi kita lebih baik tukar di money changer setempat untuk mata uang Dong Vietnam. Sedangkan di Kamboja, mereka menerima Dollar Amerika / USD dan Real Kamboja. Bahkan di toko-toko setiap bandrol harga / Price Tag dipasangi dua macam harga, yang Real Kamboja atau Dollar Amerika. Demikian juga ATM, ada Real dan Dollar. Jadi kalau bawa Dollar tidak masalah.

Friday, July 8, 2011

Jalan-jalan ke Indocina (Vietnam)


Februari, tahun 2009, aku diajak jalan-jalan ke Vietnam – Kamboja – Thailand, Indocina oleh bosku, waktu libur tahunan kantor. Kebetulan setiap akhir Januari – awal Februari, selalu libur selama 2 minggu setiap tahunnya. Lumayan, ongkos tiket – hotel – makan disubsidi kantor. Aku tinggal nyiapin uang untuk jajan dan beli oleh-oleh.
Persiapan liburan sudah dimulai dari 4 bulan sebelumnya. Sedangkan aku, sudah menabung dari setengah tahun sebelumnya. Kami sama-sama survey mau jalan kemana saja, survey hotel murah, dan tiket murah; maklum kami mau merasakan backpacker-an J.
Di bandara internasional Soekarno-Hatta, kami mengurus dulu administrasi imigrasi. Mengisi berkas-berkas dan minta cap di paspor kami. Sudah itu, kami naik pesawat dan tinggal landas. Pertama tujuan kami adalah Ho Chi Minh City, Vietnam. Sesampainya di Ho Chi Minh, sudah malam, kami naik taksi dari bandara langsung menuju hotel. Kalau di Vietnam pakai model distrik-distrik, jadi dari bandara kira-kira kami melewati 5 distrik.

Thursday, July 7, 2011

Pengalamanku Membuat Paspor


Alasan kenapa aku membuat paspor adalah karena aku diajak jalan-jalan ke luar negeri. Ke negara tetangga aja, ke Vietnam, Kamboja, dan Thailand. Jadi sebelum berangkat mau tidak mau harus punya paspor. Aku buatnya di tahun 2009.
Liburan kami dipersiapkan beberapa bulan sebelum berangkat, tepatnya 4 bulan sebelum berangkat. Pertama-tama, kami survey tempat yang mau kami kunjungi, survey hotel atau hostel murah, dan survey tiket pesawat yang sedang promo. Begitu dapat apa yang kami cari, jadi kami reservasi hotel dan tiket. Ternyata, untuk reservasi tiket (AirAsia), harus ada paspor. Jadi mau tidak mau, kami buat dulu sebelum akhirnya reservasi tiket. Disinilah kisahku membuat paspor dimulai.